Guwakan

Sehabis dari subuh dari langgar Mbah Mangun bergegas ke gandok. Ia taruh rukuh dan sajadahnya di atas balai-balai bambu dan menuju ke tungku. Tampak olehnya kayu bakarnya telah habis separuh dan api mulai… Continue reading

Terima kasihku untukMu

Kisah serupa ini mungkin telah datang beruang kali ke telinga kita. Namun tak ada salahnya kita mengulangnya kembali, terutama untuk diri saya sendiri yang dengan mudahnya lupa. Di masa sebelum era keterbukaan, demi… Continue reading

Mengejar gerhana

Alkisah perburuan gerhana di mulai menjelang injury time. Rencana menyiapkan agenda itu jauh hari sebelumnya gagal total. Hujan sepanjang akhir minggu menjadikan saya malas keluar mencari welding glass,untuk filter kamera guna memotret gerhana.… Continue reading

Artificial love

Hujan masih turun dengan derasnya malam itu. Waktu hampir jam 10 malam ketika Rakyan sampai di depan gerbang rumahnya. Dengan setengah berlari ia membuka pintu gerbang dan kembali ke dalam mobil. Kalau pulang… Continue reading

Sarang yang kosong

Sore itu kusempatkan menjerang secangkir  kopi dan melangkah ke balkon di belakang rumah. Kesibukan telah membuatku tak sempat mengerjakan hal lain selama hampir tiga hari, bahkan untuk sekedar minum kopi di balkon itu.… Continue reading

Ungu

Cinta apa kabarmu.. Tak terasa, lima pekan sudah kita tak bersua Aku ingin berbagi cerita denganmu Pagi ini aku duduk ditepi danau Di bawah pohon jacaranda Lima pekan yang lalu putik bunganya belum… Continue reading

Cerita Pukeko

Awalnya, mereka berdua  datang ke tempat itu dengan membawa ranting-ranting kering. Mereka susun ranting-ranting itu menjadi sarang di atas air. Entah arsitek dan konsultan sipil mana yang mengajarkan kepada mereka tentang pemilihan lokasi… Continue reading

Miss Ethel

Kayu mempercepat langkahnya. Ia tak ingin berlama-lama berjalan di lorong itu. Setiap kali ia mengangkat pandangannya, sepasang mata itu menatapnya tajam, dingin tak berbelas kasihan. Seolah dengan sinis berkata,”Hei anak muda, kau pikir… Continue reading

Suatu senja di Brisbane River

Matahari sudah condong ke ufuk barat, namun teriknya masih terasa menyengat. Kayu membereskan alas shalat yang baru saja dipakainya. Tempat shalat yang baru digunakannya mirip saung kecil dengan balkon yang menjorok ke sungai.… Continue reading