Sahabat kecil

sahabat kecil
 
Kupejamkan mata
Kala semilir sang bayu menerpa wajahku
Dalam lembut belaiannya
Lirih ia menyampaikan berita tentangmu
 
Kudengar darinya engkau bukan lagi remaja rapuh
Kudengar engkau mencoba menjadi seorang wanita tangguh
Dalam perantauanmu..
 
Di remang malam kucoba reka wajahmu saat ini
Namun yang hadir hanyalah wajah kekanakamu itu
Rasa iba itu tiba-tiba saja muncul
Karena kutahu hidup di luar sana tidaklah mudah
Kau kan temui orang berhati serigala, licik dan mungkin juga picik
Namun aku percaya
Kau kan juga temui kawan berhati emas yang bantu tegakkan langkahmu
Tanpa harap imbalan
 
Aku tahu engkau pernah terjatuh dan menangis
Dan aku percaya engkau  pernah merasa tak berdaya
Saat hal itu datang, teruslah berjalan dengan keyakinan
Karena samsara hanyalah sementara
 
Ingatlah, ketika sulit mendera
Tuhan bukan sedang membencimu
Namun ia sedang menguatkan dirimu
Bukankah telah sampai cerita si mata pedang kepadamu
Ketika ia dibenamkan dalam bara api
Ditempa.. dilipat.. dibakar .. dan ditempa lagi
Ribuan kali..
Untuk menjadikannya yang terhebat
 
Aku yakin ketika bahagia datang
Engkau akan memahami selaksa makna dalam deritamu
Sungguh ini hanya butuh sedikit rasa sabar.
Kuatkanlah dirimu
Sahabat kecilku…
 

 

Advertisements